Bagaimana bisa seorang muslim memvonis kafir, syirik, murtad, dan bid’ah terhadap orang yang tidak sependapat?! Bahkan andai bisa, mereka akan membunuh orang yang tidak sependapat dengan cara yang paling buruk!
Para sahabat dan tabi’in mencela prilaku kalangan Khawarij dan semacamnya. Mereka menggunakan ayat-ayat yang diturunkan terkait orang-orang kafir lalu mereka terapkan secara semena-mena, fanatik, berlebihan, dan ekstrim terhadap orang-orang yang mengatakan, “La ilaha illallah,”
Seperti yang dinukil Al-Bukhari dari Ibnu Umar dan lainnya dalam bab; khawarij. Mereka menyatakan bahwa kita saat ini hidup di masa jahiliyah yang lebih buruk dari jahiliyah sebelumnya (Silahkan membaca buku Ahlul Qiblat).
Meski demikian, kami ingin menyampaikan kepada mereka ini (mereka adalah cucu-cucu Khawarij. Bahkan mereka lebih teliti dalam perilaku berlebihan, kebodohan, ekstrimisme dan penyimpangan), “Kakek-kakek atau para imam kalian dulu mengkafirkan Sayyidina Utsman, Sayyidina Ali, Mu’awiyah dan para pengikutnya. Menghalalkan darah dan harta benda mereka, menjadikan negeri kaum muslimin sebagai negeri harbi –kafir- sehingga mereka menghalalkan darah, kehormatan, dan harta benda di sana, seperti yang kalian lakukan.
Mereka menyatakan bahwa Sayyidina Ali dan Mu’awiyah menyekutukan Allah, mereka menerapkan ayat-ayat yang turun berkenaan dengan orang-orang musyrik dan kafir kepada orang-orang muslim seperti yang sudah kami katakan sebelumnya. Hingga kini mereka masih berbuat seperti itu. Padahal Ali berkata kepada mereka, ‘Kami tidak akan memulai peperangan terhadap kalian, kami tidak melarang kalian untuk mendatangi masjid-masjid Allah.’ Ali tidak mengkafirkan mereka yang mengkafirkannya. Tidak pula seorang sahabat atau tabi’in pun yang mengkafirkan mereka.
Lantas bagaimana kalian memvonis siapa yang tidak melakukan sedikit pun dari hal itu sebagai orang kafir, musyrik, paganis, murtad, dan zindiq?!”
Sulit rasanya kita terima bahwa para pengkafir umat Islam ini sebagai pengikut salaf, para panitia kenerakaan ini mengklaim sebagai penerus perjuangan sahabat! Kecuali jika yang mereka maksud salaf adalah KHAWARIJ.
Kamis, 14 April 2016
Jumat, 08 April 2016
KONGRES TIKUS MELAWAN KEZALIMAN KUCING CERITA UTK PARA KOMENTATOR! ABU HASAN V~313
Karena Merasa Terancam Dan Tidak Mampu Melawan, Tikus Pun
Merapatkan Barisan Untuk Menghadang Hegomoni Kucing Yang Semena-Mena.
Para Ahli Strategi Dari Kalangan Tikus Berkumpul Dan Dipimpin Langsung Oleh Tikus Yang Bersekolah Tinggi Semacam Doktorlah Kalau Mereka Manusia.
Berbagai Usulan Ditolak Karena Dianggap Tidak Relevant Utk Mengalahkan Kucing. Tiba- Tiba Tikus Setengah Baya Yang Banyak Pengalaman Berpolitik Dan Sudah Malang Melintang Dalam Urusan Politik Dan Segala Kebohongannya Angkat Bicara!
Usul Pak," Menurut Saya Tidak Ada Cara Yang Lebih Aman Dari Serangan Tikus Kecuali Kita Menghindar Dari Kucing Saja. Tidak Perlu Kita Lawan Karena Memang Kita Tidak Sebanding Dengan Kucing Yang Jauh Lebih Kuat Dan Lebih Besar. Kita Hanya Bisa Mengalungkan Lonceng, Agar Jika Kucing Itu Datang Kita Dapat Mendeteksi Dan Kita Semua Bisa Masuk Dalam Lubang Yang Aman Tanpa Korban.
Peserta Kongres Pun Bertepuk Tangan Karena Ide Brilliant Sang Pemikir Ini, Para Penakut Yang Tak Mau Ambil Resiko Dari Kalangan Tikus Pun Merasa Lebih Nyaman Dengan Ide Ini. Pemimpin Rapat Langsung Mengetok Palu Tanda Setuju. Tikus - Tikus Itu Pun Ramai Mengambil Gambar Bersama Dengan Si Empunya Usul Yang Cemerlang Itu. Alangkah Bangganya Tikus Tua Yg Merasa Paling Intelek Dan Pintar.
Tiba-Tiba Seekor Tikus Bertanya Kepadanya," SIAPA YANG AKAN MENGALUNGKAN LONCENG ITU KE LEHER KUCING PAK TIK?
Dia Pun Diam Dengan Wajah Memerah Malu Karena Ternyata Dia Hanya Bisa Berkomentar Namun Tidak Bisa Berbuat Apa - Apa.
Ketika Agama Dilecehkan, Politik Dipisahkan Dari Agama, Kebohogan Menjadi Strategy, Liberal Perusak Agama Dibiarkan, Segala Macam Aliran Takfiri Dan Pencaci Sahabat Nabi Juga Keluarga Nabi Bebas Berbicara Di Negeri Ini. Ketika Pemimpin Kafir Didukung Oleh Begundal Dan Penjilat Ber-KTP ISLAM.
Maka Bangkitlah Para Pejuang Yang Hatinya Penuh Dengan Ghiroh Membela Kemurnian Agama, Dengan Segala Cara Dan Segala Resiko, Pejuang Yang Tak Pernah Mengemis Dukungan Dari Siapapun. Salah Satu Yg Menonjol Dari Mereka Adalah Habib Rizieq Syihab.
Para Ahli Strategi Dari Kalangan Tikus Berkumpul Dan Dipimpin Langsung Oleh Tikus Yang Bersekolah Tinggi Semacam Doktorlah Kalau Mereka Manusia.
Berbagai Usulan Ditolak Karena Dianggap Tidak Relevant Utk Mengalahkan Kucing. Tiba- Tiba Tikus Setengah Baya Yang Banyak Pengalaman Berpolitik Dan Sudah Malang Melintang Dalam Urusan Politik Dan Segala Kebohongannya Angkat Bicara!
Usul Pak," Menurut Saya Tidak Ada Cara Yang Lebih Aman Dari Serangan Tikus Kecuali Kita Menghindar Dari Kucing Saja. Tidak Perlu Kita Lawan Karena Memang Kita Tidak Sebanding Dengan Kucing Yang Jauh Lebih Kuat Dan Lebih Besar. Kita Hanya Bisa Mengalungkan Lonceng, Agar Jika Kucing Itu Datang Kita Dapat Mendeteksi Dan Kita Semua Bisa Masuk Dalam Lubang Yang Aman Tanpa Korban.
Peserta Kongres Pun Bertepuk Tangan Karena Ide Brilliant Sang Pemikir Ini, Para Penakut Yang Tak Mau Ambil Resiko Dari Kalangan Tikus Pun Merasa Lebih Nyaman Dengan Ide Ini. Pemimpin Rapat Langsung Mengetok Palu Tanda Setuju. Tikus - Tikus Itu Pun Ramai Mengambil Gambar Bersama Dengan Si Empunya Usul Yang Cemerlang Itu. Alangkah Bangganya Tikus Tua Yg Merasa Paling Intelek Dan Pintar.
Tiba-Tiba Seekor Tikus Bertanya Kepadanya," SIAPA YANG AKAN MENGALUNGKAN LONCENG ITU KE LEHER KUCING PAK TIK?
Dia Pun Diam Dengan Wajah Memerah Malu Karena Ternyata Dia Hanya Bisa Berkomentar Namun Tidak Bisa Berbuat Apa - Apa.
Ketika Agama Dilecehkan, Politik Dipisahkan Dari Agama, Kebohogan Menjadi Strategy, Liberal Perusak Agama Dibiarkan, Segala Macam Aliran Takfiri Dan Pencaci Sahabat Nabi Juga Keluarga Nabi Bebas Berbicara Di Negeri Ini. Ketika Pemimpin Kafir Didukung Oleh Begundal Dan Penjilat Ber-KTP ISLAM.
Maka Bangkitlah Para Pejuang Yang Hatinya Penuh Dengan Ghiroh Membela Kemurnian Agama, Dengan Segala Cara Dan Segala Resiko, Pejuang Yang Tak Pernah Mengemis Dukungan Dari Siapapun. Salah Satu Yg Menonjol Dari Mereka Adalah Habib Rizieq Syihab.
Beliau Buktikan Perjuagan Ini Bukan Hanya Berkomentar, Sepak Terjangnya Jelas Tidak Takut Cacian Para Pencaci, Keluar Masuk Penjara Demi Kebenaran. Semoga Allah Menjaga Beliau Dan Siapapun Yg Masih Punya Ghiroh Pada Islam.
Adapun Para Komentator Pencari Aman Dalam Setiap Langkah Pastilah Ada, Bicara Akhlaq Dan Dia Tidak Mampu Membedakan Antara Akhlaq Dan Hilangnya Harga Diri, Menganggap Perjuangan Melawan Kebatilan Adalah Konyol, Semua Itu Adalah Cara Berpikir Tikus Yang Hidupnya Dihabiskan Untuk Berkomentar Tanpa Berjuang.
إذا اراد اللّٰه بقومٍ سُوْءًا اعطاهم الجَدل ومنعهُم العملَ
Jika Allah Menghendaki Keburukan Pada Suatu Kaum, Maka Allah Berikan Pada Mereka Keahlian Berbicara Dan Ketidakmampuan Utk Berbuat.
Ikutlah Berjuang Bukan Hanya Berkomentar Atau Diamlah Dirumah Jgn Menjadi Penghalang Para Pejuang Yang Ingin Menjaga Agama Islam Dari Para Perusak.
SAYYIDINA UMAR RA MENCARI KEBERKAHAN PADA MAKAM NABI SAW M.A.V~313
Ketika Amirul Mukminin Umar Bin Al-Khatthab RA Akan
Meninggal Dunia, Ia Berkata Kepada Putranya Abdullah, “Pergilah Datangi Ummul
Mukminin Aisyah RA, Lalu Katakanlah Kepadanya, ‘Umar Menyampaikan Salam
Kepadamu’ Dan Jangan Kau Katakan Amirul Mukminin, Sebab Aku Pada Hari Ini Bukan
Lagi Amirul Mukminin. Katakanlah Kepadanya, ‘Umar Bin Al-Khatthab Meminta Izin
Dikuburkan Bersama Kedua Sahabatnya.’”
Lalu Abdullah RA Mendatangi Sayyidah Aisyah RA Dan Meminta Izin Menemuinya Sambil Mengucap Salam. Kemudian Abdullah Masuk Menemui Aisyah, Sementara Saat Itu Aisyah Sedang Menangis. Lalu Abdullah Berkata, “Umar Menyampaikan Salam Kepadamu Dan Meminta Izin Dikuburkan Bersama Kedua Sahabatnya.” Maka Aisyah Menjawab, “Tadinya Aku Menginginkannya Untuk Diriku. Tapi Hari Ini Aku Lebih Mendahulukannya (Umar) Dari Diriku.”
Saat Kembali, Ada Yang Mengatakan Kepada Umar, “Ini Abdullah Telah Datang.” Lantas Umar Berkata, “Angkatlah Aku.” Lalu Seorang Lelaki Menyandarkannya Kepadanya (Abdullah). Setelah Itu Umar Berkata, “Apa Yang Kau Bawa?.” Abdullah Menjawab, “Yang Kau Inginkan Hai Amirul Mukminin, Kau Diizinkan.”
Lalu Umar Berkata, “Al-Hamdulillah, Tak Ada Sesuatu Yang Paling Penting Bagiku Selain Dari Itu. Jika Aku Telah Meninggal Dunia, Maka Bawalah Aku Ke Sana. Kemudian Ucapkanlah Salam Dan Katakan Umar Meminta Izin. Jika Dia (Aisyah) Mengizinkanku, Maka Bawalah Aku Masuk. Jika Dia Menolakku, Maka Bawalah Aku Ke Perkuburan Kaum Muslimin.” HR Bukhari.
Semoga Hadits Ini Dapat Sedikit Meredam Hasrat Mengkafirkan Dan Mensyirikkan Orang Lain, Menganggap Semua Yang Mati Tidak Bermanfaat, Menilai Apa Yg Dilakukan Oleh Para Ulama Muslimin Sebagai Tindakan Yg Tidak Mempunyai Dasar.
Sekilas Info Tambahan Bahwa Imam Bukhari RA Menulis Kitab Tarikh Al-Kabir Di Hadapan Makam Rasulullah Yang Mulia Nan Penuh Berkah Untuk Mengais Keberkahannya.
Lalu Abdullah RA Mendatangi Sayyidah Aisyah RA Dan Meminta Izin Menemuinya Sambil Mengucap Salam. Kemudian Abdullah Masuk Menemui Aisyah, Sementara Saat Itu Aisyah Sedang Menangis. Lalu Abdullah Berkata, “Umar Menyampaikan Salam Kepadamu Dan Meminta Izin Dikuburkan Bersama Kedua Sahabatnya.” Maka Aisyah Menjawab, “Tadinya Aku Menginginkannya Untuk Diriku. Tapi Hari Ini Aku Lebih Mendahulukannya (Umar) Dari Diriku.”
Saat Kembali, Ada Yang Mengatakan Kepada Umar, “Ini Abdullah Telah Datang.” Lantas Umar Berkata, “Angkatlah Aku.” Lalu Seorang Lelaki Menyandarkannya Kepadanya (Abdullah). Setelah Itu Umar Berkata, “Apa Yang Kau Bawa?.” Abdullah Menjawab, “Yang Kau Inginkan Hai Amirul Mukminin, Kau Diizinkan.”
Lalu Umar Berkata, “Al-Hamdulillah, Tak Ada Sesuatu Yang Paling Penting Bagiku Selain Dari Itu. Jika Aku Telah Meninggal Dunia, Maka Bawalah Aku Ke Sana. Kemudian Ucapkanlah Salam Dan Katakan Umar Meminta Izin. Jika Dia (Aisyah) Mengizinkanku, Maka Bawalah Aku Masuk. Jika Dia Menolakku, Maka Bawalah Aku Ke Perkuburan Kaum Muslimin.” HR Bukhari.
Semoga Hadits Ini Dapat Sedikit Meredam Hasrat Mengkafirkan Dan Mensyirikkan Orang Lain, Menganggap Semua Yang Mati Tidak Bermanfaat, Menilai Apa Yg Dilakukan Oleh Para Ulama Muslimin Sebagai Tindakan Yg Tidak Mempunyai Dasar.
Sekilas Info Tambahan Bahwa Imam Bukhari RA Menulis Kitab Tarikh Al-Kabir Di Hadapan Makam Rasulullah Yang Mulia Nan Penuh Berkah Untuk Mengais Keberkahannya.
Tetaplah Mencari Berkah Seperti Yg Dilakukan Oleh Para Sahabat, Istri Rasulullah Dan Para Ahli Hadits, Dan Tinggalkan Pendapat Syekh Sa-Wah Yg Selalu Menyalahkan Pendapat Org Lain.
وصلوا على حبيبكم محمد صلى اللّٰه عليه واله وصحبه وسلم
Note : Hati - Hati Kepada Kelompok Yang Menamakan/Dinamakan Sawah = Salafi Wahabi
Selasa, 23 Februari 2016
BERSATU TAAT PADA ALLAH ATAU BERCERAI BERAI MENJADI PENGIKUT SETAN ( Abu Hasan~313 )
Perselisihan
Masalah Khilafiyah Antar Ulama Tidak Akan Bisa Kita Persatukan.
Maulid, Tawasul, Tabarruk Ziarah Kubur Dll.
Kemudahan Berdiskusi Melalu Sosmed Menjadikan Setiap Muslimin Mengungkapkan Pendapat, Baik Yg Berilmu Atau Yg Tidak Berilmu.
Kesopanan Dan Adab Pun Diabaikan, Para Imam Dan Ahli Hadits Dibantah Pendapatnya Dengan Pernyataan Yg Sangat Tidak Sopan. Ini Gejala Yg Sangat Tidak Menguntungkan Persatuan Umat Islam.
Kita Hanya Membutuhkan Pengertian Bahwa Khilaf Itu Ada, Penilaian Sebagian Kelompok Bahwa Tawasul Itu Syirik Silahkan Mereka Menjauhinya Dan Ajarkan Pada Keluarga Mereka. Namun Memaksa Agar Semua Org Berkeyakinan Seperti Mereka Sungguh Sangat Buruk, Karena Yg Membolehkan Tawassul Itu Juga Para Imam Ahli Hadits Imam Nawawi, Alhafidz Ibnu Hajar, Alhafidz As-Suyuthi Dll. Dimana Karya Mereka Dipakai Oleh Seluruh Muslimin Ahlusunnah Di Dunia Ini. Tafsir Jalalain, Syarah Bukhari Fathul Bari Dan Irsyadus Sari, Serta Riyadhush Shalihin Dll. Apakah Sekelas Mereka Itu Salah Dan Syirik Namun Karya Mereka Dibaca Dan Dipakai Sebagai Rujukan?
Sekali Lagi Bukan Maksud Saya Meyakinkan Saudara Kita Tentang Tawasul Dan Segala Masalah Khilafiyah Agar Ikut Pendapat Yang Membolehkan, Namun Setidaknya Mereka Mengerti Bahwa Khilaf Itu Ada, Dan Khilaf Itu Mustahil Kita Paksakan Menjadi Sesuatu Yg Mutlak.
Berdebat Dan Memperuncing Permusuhan Sesama Muslimin Itu Adalah Misi Setan, Sehingga Kita Melupakan Bahwa Kita Ini Bersaudara. Nah Sekarang Kita Ini Akan Bersatu Atau Akan Saling Mencaci?
Akan Saling Tasamuh Atau Tetap Ngotot Bahwa Kebenaran Itu Mutlak Milik Kita?
Stop Diskusi Bodoh Hanya Sebagai Pelampias Nafsu. Tidak Akan Mendatangkan Kebaikan Bahkan Saling Melukai Hati Saudara Kita.
Satu Hal Yg Perlu Kita Yakini Bahwa Allah Tidak Akan Menyiksa Hamba-Nya Hanya Karena Dia Membiarkan Org Lain Tidak Meyakini Keyakinan Yg Sama.
Allah Menganjurkan Kita Bersatu Dan Melarang Kita Bercerai Berai, Setan Lah Yg Senang Melihat Muslimin Saling Bermusuhan. Pilihan Itu Kita Yg Menentukan Dan Kelak Allah Yg Akan Meng-Hisab Segalanya.
والله اعلم
Maulid, Tawasul, Tabarruk Ziarah Kubur Dll.
Kemudahan Berdiskusi Melalu Sosmed Menjadikan Setiap Muslimin Mengungkapkan Pendapat, Baik Yg Berilmu Atau Yg Tidak Berilmu.
Kesopanan Dan Adab Pun Diabaikan, Para Imam Dan Ahli Hadits Dibantah Pendapatnya Dengan Pernyataan Yg Sangat Tidak Sopan. Ini Gejala Yg Sangat Tidak Menguntungkan Persatuan Umat Islam.
Kita Hanya Membutuhkan Pengertian Bahwa Khilaf Itu Ada, Penilaian Sebagian Kelompok Bahwa Tawasul Itu Syirik Silahkan Mereka Menjauhinya Dan Ajarkan Pada Keluarga Mereka. Namun Memaksa Agar Semua Org Berkeyakinan Seperti Mereka Sungguh Sangat Buruk, Karena Yg Membolehkan Tawassul Itu Juga Para Imam Ahli Hadits Imam Nawawi, Alhafidz Ibnu Hajar, Alhafidz As-Suyuthi Dll. Dimana Karya Mereka Dipakai Oleh Seluruh Muslimin Ahlusunnah Di Dunia Ini. Tafsir Jalalain, Syarah Bukhari Fathul Bari Dan Irsyadus Sari, Serta Riyadhush Shalihin Dll. Apakah Sekelas Mereka Itu Salah Dan Syirik Namun Karya Mereka Dibaca Dan Dipakai Sebagai Rujukan?
Sekali Lagi Bukan Maksud Saya Meyakinkan Saudara Kita Tentang Tawasul Dan Segala Masalah Khilafiyah Agar Ikut Pendapat Yang Membolehkan, Namun Setidaknya Mereka Mengerti Bahwa Khilaf Itu Ada, Dan Khilaf Itu Mustahil Kita Paksakan Menjadi Sesuatu Yg Mutlak.
Berdebat Dan Memperuncing Permusuhan Sesama Muslimin Itu Adalah Misi Setan, Sehingga Kita Melupakan Bahwa Kita Ini Bersaudara. Nah Sekarang Kita Ini Akan Bersatu Atau Akan Saling Mencaci?
Akan Saling Tasamuh Atau Tetap Ngotot Bahwa Kebenaran Itu Mutlak Milik Kita?
Stop Diskusi Bodoh Hanya Sebagai Pelampias Nafsu. Tidak Akan Mendatangkan Kebaikan Bahkan Saling Melukai Hati Saudara Kita.
Satu Hal Yg Perlu Kita Yakini Bahwa Allah Tidak Akan Menyiksa Hamba-Nya Hanya Karena Dia Membiarkan Org Lain Tidak Meyakini Keyakinan Yg Sama.
Allah Menganjurkan Kita Bersatu Dan Melarang Kita Bercerai Berai, Setan Lah Yg Senang Melihat Muslimin Saling Bermusuhan. Pilihan Itu Kita Yg Menentukan Dan Kelak Allah Yg Akan Meng-Hisab Segalanya.
والله اعلم
FATWA ULAMA HADHRAMAUT SEPUTAR SYIAH
FATWA
LENGKAP SEPUTAR SYIAH YANG SUDAH KAMI TERJEMAHKAN SECARA LENGKAP DARI PARA
HABAIB DAN ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH HADHRAMAUT YAMAN SELATAN.
فتاوى علماء
حضرموت حول الشيعة
FATWA ULAMA
HADHRAMAUT SEPUTAR SYIAH
بسم الله
الرحمن الرحيم
Bismillahirrahmanirrahim..
فتوى الحبيب
سالم بن عبد الله الشاطري مدير رباط تريم حول الشيعة
معلوم أن من
عقيدتهم )الشيعة( في الإمامة أنهم يضعون أئمتهم في درجة أعلى من رتبة النبوة
والملائكة المقربين.ومن هنا، حينما رُفع إلى الحبيب سالم بن عبد الله الشاطري
عقيدتهم في الإمامة من “أنهم جعلوا درجة أئمتهم فوق الأنبياء والمرسلين والملائكة
المقربين”، وحين قرئ عنده قول الخميني في كتابه “الحكومة الإسلامية” ما نصه: » وإن
من ضروريات مذهبنا: أن لأئمتنا مقامًا لم يبلغه ملك مقرب ولا نبي مرسل…« )الحكومة
الإسلامية ص: 52(. قال الحبيب فورا: “كفر فوق كفر”…وعندنا معشر أهل السنة إذا كان
أحد منا يعتقد مثلما اعتقدوا ، من أن الإمامة أرفع درجة من النبوة فقد كفر.هكذا
فتوى الحبيب سالم بن عبد الله الشاطري في عقيدة الشيعة المكفِّرة للمسلم المخرِجة
له من الدِّين. نسأل الله السلامة والعافية.—****—
FATWA Al
HABIB SALIM BIN ABDULLAH AS SYATHIRI, MUDZIR RIBATH TARIM SEPUTAR SYIAH
Telah Diketahui
Bahwa Diantara Aqidah-Aqidah Syiah Tentang Imamah, Mereka Meletakkan Para
Imam-Imam Mereka Sampai Kepada Tahap Lebih Tinggi Kedudukan Nya Daripada Para
Nabi Dan Para Malaikat Al-Muqarrabin.
Dari Sini,
Ketika Hal Ini Diajukan Kepada Al-Habib Salim Bin Abdullah As-Syathiri
Yaitu Perihal Aqidah Syiah, Seputar Imamah Yang Mana Telah
Menjadikan Derajat Para Imam-Imam Mereka Melebihi Diatas Kedudukan Para Nabi Dan
Rasul Serta Para Malaikat Al-Muqorrabin.”
Manakala Hal
Tersebut Dibaca Di Sisi Beliau, Perkataan Khumaini Dalam Kitab Nya
” Al-Hukumah Al-Islamiyah” [Sesungguhnya Merupakan Keharusan Madzhab Kami
Meyakini : “Bahwa Sesungguhnya Imam-Imam Kami Mempunyai Kedudukan Yang Tidak
Bisa Dicapai Oleh Para Malaikat Al-Muqarrib Dan Tidak Bisa Dicapai Oleh Nabi Yang
Diutus] ” Al-Hukumah Al-Islamiyah Hal 52″.
Dengan Segera
Al-Habib Salim Berkata : Ini Adalah Kekafiran Diatas Kekafiran.
Bagi Kami Golongan
Ahlu Sunnah Jika Ada Salah Satu Diantara Kami Meyakini Sebagaimana Mereka
[Syiah] Yakini , Yaitu Imamah Lebih Tinggi Kedudukan Nya Daripada
Kenabian Maka Dia Telah Benar-Benar Menjadi Kafir.
Begitulah
Fatwa Al-Habib Salim Bin Abdullah As-Syathiri Tentang Aqidah Syiah, Yang Dapat
Membuat Orang Islam Menjadi Kafir Dan Dapat Mengeluarkan Dari Agamanya.
-Nas’alullah
Assalamah Wal Afiah-
فتوى الحبيب
زين بن ابراهيم بن سميط المدني حول الشيعة
يعتقد الشيعة
ردَّة كلِّ الصحابة رضوان الله تعالى عنهم بعد وفاة رسول الله صلى الله عليه وسلم
إلا النزر القليل.ذكر الكليني في كتابه المعروف “الكافي” عن جعفر عليه السلام:
»كان الناسُ أهلَ ردَّة بعد النبيِّ صلى الله عليه وسلم الا ثلاثةً ، فقلتُ : ومن
الثلاثةُ؟ فقال : المقدادُ بنُ الأسودِ، وأبو ذرٍّ الغفاريُّ، وسلمانُ
الفارسي«.وأما القول في أبي بكر وعمر رضي الله عنهما فقد ذكر الكليني في كتابه
الروضة من الكافي :» عن أبى جعفر أنه قال: وإن الشيخين )يعني أبا بكر وعمر( فارقا
الدنيا ولم يتوبا ولم يتذكر ما صنعا بأمير المؤمين عليه السلام فعليهما لعنة الله
والملائكة والناس أجمعين «.)كتاب الروضة من الكافي للكليني ج :8 ، ص : 246(ولذلك
لم يقروا بخلافة أبي بكر وعمر وخلافة عثمان رضي الله عنهم.قال شيخ الشيعة وعالمها
في زمنه محمد بن محمد النعمان الملقب بالمفيد في كتابه أوائل المقالات: »”إن لفظ
التشيع يطلق على اتِّباع أميرالمؤمنين صلوات الله عليه، على سبيل الولاء والإعتقاد
لإمامته بعد الرسول صلوات الله عليه وآله بلا فصل، ونفي الإمامة عمن تقدمه في مقام
الخلافة”« )أوائل المقالات ص: 39.(.وبذلك، فالشيعي عندهم: هو من أنكر صحة خلافة
الخلفاء الثلاثة الراشدين أبي بكر، وعمر، وعثمان رضي الله عنهم، ويؤمن بالنص على
خلافة علي فقط دون غيره.ومن هذا، كان الحبيب زين بن إبراهيم بن سميطعندما يخطب في
جاكرتا وفي كاليمانتان وفي غيرهما لايزال يذكر ويبيّن عقائد الشيعة المنحرفة
المكفرة.وقال : من انكر خلافة الخلفاء الثلاثة أبي بكر، وعمر، وعثمان رضي الله
عنهم وسبهم ولعنهم. فقد كفر وارتد، وإن مات على ذلك لم يصل عليه، ولم يعز
أهله.هكذا فتوى الحبيب زين بن ابراهيم بن سميط في عقيدة الشيعة الباطلة الكفرية
التي يخرج صاحبها من الإسلام. نعوذ بالله من الشرك وأهله.—****—
FATWA AL
HABIB ZEIN BIN IBRAHIM BIN SUMAITH AL-MADANI SEPUTAR SYIAH
Syiah Berkeyakinan
Murtadnya Seluruh Para Sahabat Ridhwanullahi Anhum Selepas Kewafatan Baginda
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Kecuali Segelintir Saja [Yang Tidak Murtad].
Hal Tersebut Dituturkan Oleh Al-Kulaini Dalam Kitab Nya Yang Terkenal “Al-Kaafi
” Daripada Djakfar As-Shadiq Alaihissalam . “Orang-Orang Menjadi Murtad Setelah
Kewafatan Baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Kecuali Tiga Orang. Aku Bertanya
” Siapakah Yang Tiga Orang Tersebut? Beliau Menjawab ” Al-Miqdad Bin Aswad, Abu
Dzarrin Al-Ghiffari, Dan Salman Al-Farisi.
Adapun Perkataan
Nya Terhadap Abu Bakar Dan Umar Radhiyallahu Anhuma, Telah Disebutkan Oleh Al-Kulaini
Di Dalam Kitab ” Ar-Raudloh Minal Kaafi ”
Dari Abi
Djakfar Beliau Berkata. Sesungguhnya -Syaikhain- Abu Bakar Dan Umar. Telah
Meninggalkan Dunia Dalam Keadaan Tidak Bertaubat Mereka Berdua Tidak Ingat Apa
Yang Telah Mereka Perbuat Terhadap Amirul Mu’minin [Ali Bin Abi Thalib] Alaihissalam.
Maka Laknat Allah Dan Para Malaikat Serta Seluruh Manusia Kepada Mereka Berdua.
Kitab Ar-Raudloh Minal Kaafi, Oleh Alkulaini Juz 8 Halaman 246.
Oleh Sebab
Yang Demikian, Maka Mereka [Syiah] Tidak Mengakuai Atas Kekhalifa’an Abu Bakar,
Umar Dan Tidak Mengakui Kekhalifa’an Ustman, Radhiyallahu Anhum.
Berkata
Syekh Syiah Dan Orang Yang Dianggap Paling Berilmu Pada Zaman Nya Yaitu Muhammad
Bin Muhammad An-Nu’man Yang Dijuluki Sebagai Al-Mufid, Dalam Kitab Nya ” Awa’ilul
Maqaalat.
“Sesungguhnya
Sebutan Tasyayyu’ Itu Disematkan Kepada Para Pengikut Amirul Mu’minin [Ali Bin Abi
Thalib] Shalawatullah Alaihi, Diatas Jalan Berwilayah Dan Beri’tiqad Atas
Keimamahan Nya Setelah Kewafatan Rasulullah Shalawatullahi Alaihi Wa Aalihi,
Secara Langsung [Tanpa Terpisah Dari Kekhalifaan Yang Lain].
Serta
Menafikan [Tidak Mengakui] Imamah Orang Yang Mendahului Ali Bin Abi Thalib Dalam
Kedudukan Sebagai Khalifah. “Awa’ilul Maqaalat Hal 39.
Dengan Demikian
Maka Syiah Bagi Mereka Adalah Orang Yang Mengingkari Keabsahan Khalifah
Khulafa’urrasyidin Yang Tiga. Yaitu Abu Bakar, Umar Dan Ustman. Radhiyallahu Anhum,
Dan Mengimani Secara Nash Kekhalifaan Ali Bin Abi Thalib Saja Tidak Dengan Yang
Lain Nya.
Dari Sini
Maka Al-Habib Zein Bin Ibrahim Bin Sumaith Ketika Beliau Berkhutbah Di Jakarta
Dan Juga Di Kalimantan Dan Juga Di Beberapa Tempat Yang Lain, Selalu
Menjelaskan Aqidah-Aqidah Syiah Yang Menyimpang Dan Menjadi Kekufuran.
Beliau Berkata.
“Barangsiapa Yang Mengingkari Kekhalifaan Khalifah Yang Tiga, Abu Bakar, Umar
Dan Ustman Radhiyallahu Anhum, Mencaci Serta Melaknati Khalifah Tersebut, Maka
Dia Telah Benar-Benar Kafir Dan Murtad, Jika Dia Mati Dalam Keadaan Seperti Itu
Maka Janganlah Sambung Silaturrahim Dengan Nya Dan Jangan Takziahi
Keluarganya.
Begitulah
Fatwa Al-Habib Zein Bin Ibrahim Bin Sumaith Perihal Aqidah Syiah Yang Batil Dan
Kufur Yang Dapat Mengelaurkan Penganutnya Dari Agama Islam.
Kami Berlindung
Kepada Allah Dari Kemusyrikan Dan Dari Penganutnya.
فتوى الحبيب
عمر بن حامد الجيلاني المكي حول الشيعة
ومن فضائح
الشيعة وشنائعهم قذف أم المؤمنين عائشة )رضى الله عنها( زوجة رسول الله -صلى الله
عليه وسلم- بالفاحشة أي الزنا، واتهامها بقتل الرسول صلى الله عليه وسلم بالسم، بل
قالوا: إن عائشة كافرة مرتدة.)انظر: حياة القلوب للعلامة باقر المجلسي(مع انّه قد
برأها الله منها وأنزل القرآن في ذلكاي”في سورة النور”.وأن هذا الإعتقاد )قذفها(
كيفما كان يُوجب تكذيب الله تعالى في إخباره عن براءتها عما يقول القاذف فيها، ومن
كذّب الله فقد كفر بلاشك لأنه معاند للقرآن.ومن هذا، قال الحبيب عمر بن حامد
الجيلاني: “من اعتقد أن السيدة عائشة رضي الله عنها زانية -والعياذ بالله- وهو
يعلم ان الله قد برأها منها وأنزل القرآن في ذلك فهو معاند للقرآن، ومكذب الله
تعالى في إخباره، ومن كذّب ما ثبت عن الله قطعاً -من كلامه تعالى- فقد كفربلا
شك.هكذا فتوى الحبيب عمر بن حامد الجيلاني في الشيعة الذين يقذفون زوجة رسول ربِّ
العالمين صلى الله عليه وسلَّم، أم المؤمنين السيدة عائشةرضي الله عنها بالزنا.
نعوذ بالله من هذا الإفك والبهتان.
FATWA AL-HABIB
UMAR BIN HAMID AL-JAILANI AL-MAKKI SEPUTAR SYIAH
Diantara Kebusukan
Dan Keburukan Syiah Adalah Menuduh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiyallahu Anha, Isteri
Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam. Sebagai Wanita Pezina. Dan
Menuduhnya Membunuh Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam Dengan Racun.
Bahkan Mereka
[Orang-Orang Syiah] Berkata Seaungguhnya Aisyah Adalah Wanita Kafir Dan Murtad.
Lihat Dalam Kitab
Hayatul Qulub Oleh Al-Allamah Baqir Al-Majlisi.
Padahal
Allah Telah Membersihkan Sayyidah Aisyah Dari Tuduhan-Tuduhan Tercela Tersebut
Sehingga Allah Menurutkan Ayatnya Didalam Al-Qur’an Pada Surah Annur.
Sesungguhnya
Keyakinan Seperti Ini [Menuduh Sayyidah Aisyah] Bagaimanapun Juga Telah
Mendustakan Allah Ta’ala Yang Telah Mengabarkan Kebersihan Dari Apa Yang Telah
Di Tuduhkan.
Dan
Barangsiapa Yang Telah Mendustakan Allah Maka Dia Telah Benar-Benar Kafir Tanpa
Diragaui, Karena Dia Telah Menentang Al-Qur’an.
Dari Ini
Maka Berkata Al-Habib Umar Bin Hamid Al-Jailani.
“Barangsiapa
Yang Berkeyakinan Bahwa Sayyidiah Aisyah Radhiyallahu Anha Berzina -Wal Iyadzu
Billah- Sedangkan Dia Telah Mengetahui Bahwa Allah Telah Membersihkan Nya
Dari Tuduhan Dan Menurunkan Ayat Tentang Itu, Maka Dia Adalah Orang Yang
Menentang Al-Qur’an, Mendustakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dalam Menyampaikan
Khabar Nya.
Barangsiapa Yang
Mendustakan Apa Yang Telah Ditetapkan Oleh Allah Secara Pasti. Yaitu Dari Firman-Firman
Nya, Maka Dia Benar-Benar Telah Kafir Tanpa Diragui.
Begitulah Fatwa
Al-Habib Umar Bin Hamid Al-Jailani Tentang Syiah Yang Mana Mereka Telah
Menuduh Isteri Baginda Rasul Tuhan Semesta Shallallahu Alaihi Wa Sallam Ummul
Mukminin Assayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha Dengan Zina.
Kami Berlindung
Kepada Allah Dari Kedustaan Dan Kebohongan Ini.
فتوى الحبيب
عمر بن حفيظ حول الشيعة
بحمد لله
تعالى، حصلت يوم السبت ليلة الأحد – من تاريخ 2 فبراير – سنة 2008 م في
سورابايا في بيت الحبيب زين بن العيدروس الحامد )رئيس رابطة العلوية( جلسة بين
الحبيب عمر بن محمد بن حفيظ وبين رابطة العلوية المركزية )التى مثلها الحبيب جندان
بن نوفل بن جندان والحبيب حسين بن محمد الحامد( ومؤسسة البيّنات )التى مثلها
الحبيب طاهر بن عبد الله الكاف والحبيب أحمد بن زين الكاف( والحبائب المقاومين
لحركة الشيعة: مثل الحبيب حسين بن عقيل، الحبيب توفيق بن عبد القادر السقاف، و
الحبيب حسن عبد الله السقاف، وغيرهم. وفيها خطب الداعي إلى الله الحبيب عمر بن
محمد بن حفيظ حول منهج الدعوة، نصحا وإرشادا للدعاة والوعاظ من الحبائب. وأثناء ما
القى التوصيات والإرشادات كان فضيلة الحبيب يطلب الإتفاقية والمعاهدة للحاضرين بما
يلي:ينبغي للدعاة من الحبائب أهل السنة ان يكونوا متكاتفين، متساعدين على إعلاء
كلمة الله، ونصر دينه وتحكيم شريعته، وان لا ينتقصوا أحداً من إخوانهم ولا يعتدوا
عليهم ويظلمونهم.وانّ الشيعة فرقة ضالة مضلة. وإذا اعتقد أحد منهمبأن القرآن
الكريم الذي بأيدينا الحالي محرف مغيرفيه فقد كفر والعياذ بالله.وهاتان النقطتان،
طلبهما الحبيب عمر بن محمد بن حفيظ من الحاضرين للإتفاقية والمعاهدة في هذه الجلسة
ثم يستمر في توجيهاته، ثم يجيب أسئلة الحاضرين.ونحن نصدر هذا الخبر لأن هناك
اختلافا إخباريا فيحاصل جلسة تلك الليلة، وتزويرا وتشويها من رجال الشيعة تلك
الواقعة، وقلبا للحقائق منهم في نتيجة جلسة الحبيب عمر بن محمد بن حفيظ بجاكرتا في
بيت الحبيب زين سميط مع رجال الشيعة. عسى أن تكون هذه الإتفاقية مفهومة ومنهجا
للدعاة والمصلحين.—****—
والله أعلم
بالصواب
FATWA AL
HABIB UMAR BIN HAFIDZ SEPUTAR SYIAH
Dengan
memuji kepada Allah, telah diselenggarakan pada Hari sabtu malam ahad
tertanggal 2 februari tahun 2008 M Di surabaya, di rumah Al-Habib Zein
bin Al-aydarus Al-hamid, ketua Robithoh Al-alawiyah, Jalsah antara Al-habib
Umar bin Muhammad bin Hafidz dan Rabithoh Al-alawiyah Pusat, yang diwakili oleh
Al-habib Jindan bin Naufal bin Jindan dan Alhabib Husein bin Muhammad Al-hamid.
Dari pihak
pendiri yayasan Al-bayyinat, di wakili oleh Al-Habib Thahir bin Abdullah
Al-kaff serta Habib Ahmad bin Zein Al-kaff, dan Juga dihadiri oleh Para habaib
yang lain perlawanan terhadap gerakan syiah, Seperti Al-habib husin
bin Aqil, Al-habib Taufiq bin Abdul qadir As-segaff, Al-habib hasan bin
Abdullah As-segaff dan lain sebagainya.
Didalam nya
terdapat Khotbah Ad-da’i ilalllah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz seputar
Metode dakwah, Memberikan nasehat, petunjuk dan bimbingan untuk para Da’i dan
penceramah, dari kalangan habaib.
Di
tengah-tengah beliau memberikan Tausiyah dan bimbingan maka Al-fadhilah
Al-Habib meminta kesepakatan dan perjanjian kepada para Hadirin sebagai
berikut.
Selayaknya
bagi para Pendakwah dari kalangan habaib Ahlu sunnah wal jamaah untuk saling
bahu membahu, saling bantu membantu diatas meninggikan kalimat-kalimat Allah,
menolong agamanya dan Hukum Syariatnya.
Jangan
mencela kepada siapapun daripada sauda-saudaranya, jangan memusuhi dan
mendzaliminya.
Sesungguhnya
Syiah itu adalah golongan yang sesat dan menyesatkan.
Jika ada
salah satu dari mereka meyakini bahwa Al-quran yang ada di tangan kita sekarang
ini telah ditahrif, dan dirubah. Maka dia telah Kafir. Wal iyadzu billah.
Atas khotbah
teresebut Ada dua pokok yang dimintai oleh Al-habib Umar bin muhammad bin
Hafidz dari para hadirin.
1.
Kemufakatan, dan
2.
Perjanjian.
Kemudian
beliau melanjutkan nasehatnya, kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan dari
para hadirin.
Kami
mengeluarkan berita ini karena ada kesimpangsiuran berita sehingga terjadilah
pemalsuan dan distorsi dari orang-orang syiah atas kejadian tersebut.
Sebagian dari mereka [Syiah] Membalikkan fakta hasil jalsah Alhabib Umar bin
muhammad bin hafidz yang diselenggarakan di jakarta di rumah Al-habib zein bin
sumaith bersama orang-orang syiah.
Semoga
kemufakatan ini dapat difahami dan dapat di jadikan metode dakwah.
Wallahu Alam
Bish Showab
Langganan:
Postingan (Atom)
